Selasa, 14 Maret 2017

PAUD TUNAS HARAPAN NGADILUHUR BERWISATA EDUKASI GERABAH KE MALO BOJONEGORO

pagi ini bunda sahsa akan posting kegiatan PAUD "TUNAS HARAPAN" desa Ngadiluhur kec.Balen kab.Bojonegoro

Pada hari ini Selasa,14 maret 2017 mengadakan kegiatan outbond ke lokasi wisata edukasi gerabah malo.
Bersama ketua tim penggerak pkk desa ngadiluhur
bu.hjh lilis suryani dan rombongan 25 anak didik yang di dampingi bunda paud juga wali murid.
sangat terlihat gembira wajah  anak-anak ketika mereka bermain dan mengenal macam-macam gerabah beraneka bentuk dan warna.
juga bunda -bunda paud yang dengan sabar mendampingi selama kegiatan berlangsung sangat antusias menyimak penjelasan dari kakak pemandu wisata edukasi gerabah.

di antaranya adalah >>
Tentang pengertian dan cara pembuatan gerabah.
menurut pemaparan beliau bahwa gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar untuk kemudian dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan manusia.
kemudian di jelaskan juga tentang asal mula
gerabah menjadi alat perkakas ..
jadi diperkirakan gerabah telah ada sejak masa pra sejarah, tepatnya setelah manusia hidup menetap dan mulai bercocok tanam.
Situs-situs arkeologi di indonesia, telah ditemukan banyak tembikar yang berfungsi sebagai perkakas rumah tangga atau keperluan religius seperti upacara dan penguburan.
tembikar yang paling sederhana dibentuk dengan hanya menggunkan tangan,
yang berciri adonan kasar dan bagian pecahannya dipenuhi oleh jejak-jejak tangan (sidik jari),
selain itu bentuknya kadang tidak simetris.
**
Di bawah ini bentuk-bentuk gerabah yang kami abadikan selama kegiatan wisata:

 
Celengan lucu-lucu
Cowek
Juga Piring,kendi,Guci,Tempayan,anglo,kuali,celenga,pot
Juga gerabah hiasan dll....
***

pemandu wisata yang ganteng-ganteng ini
 (gambar di atas) juga memberi penjelasan
Cara pembuatannya sbb:
1. Pengambilan tanah liat .
Tanah liat diambil dengan cara menggali secara langsung ke dalam tanah yang mengandung banyak tanah liat yang baik.
Tanah liat yang baik berwarna merah coklat atau putih kecoklatan.
Tanah liat yang telah digali kemudian dikumpulkan pada suatu tempat untuk proses selanjutnya.
.
2. Persiapan tanah liat.
Tanah liat yang telah terkumpul disiram air hingga basah merata kemudian didiamkan selama satu hingga dua hari.
Setelah itu, kemudian tanah liat digiling agar lebih rekat dan liat. Ada dua cara penggilingan yaitu secara manual dan mekanis. Penggilingan manual dilakukan dnegan cara menginjak-injak tanah liat hingga menjadi ulet dan halus. Sedangkan secar mekanis dengan menggunakan mesin giling.
Hasil terbaik akan dihasilkan dengan menggunakan proses giling manual.
.
3. Proses pembentukan
Setalah melewati proses penggilingan, maka tanah liat siap dibentuk sesuai dengan keinginan. Aneka bentuk dan disain depat dihasilkan dari tanah liat.
Seberapa banyak tanah liat dan berapa lama waktu yang diperlukan tergantung pada seberapa besar gerabah yang akan dihasilkan, bentuk dan disainnya. Perajin gerabah akan menggunakan kedua tangan untuk membentuk tanah liat dan kedua kaki untuk memutar alat pemutar (perbot).
Kesamaan gerak dan konsentrasi sangat diperlukan untuk dapat melakukannya.
Alat-alat yang digunakan yaitu alat pemutar (perbot), alat pemukul, batu bulat, kain kecil. Air juga sangat diperlukan untuk membentuk gerabah dengan baik.
.
4. Penjemuran .
setelah bentuk akhir telah terbentuk, maka diteruskan dengan penjemuran.
Sebelum dijemur di bawah terik matahari, gerabah yang sudah agak mengeras dihaluskan dengan air dan kain kecil lalu dibatik dengan batu api.
setalah itu baru dijemur hingga benar-benar kering.
Lamanya waktu penjemuran disesuaikan dengan cuaca dan panas matahari.
.
5. Pembakaran.
Setalah gerabah menjadi keras dan benar-benar kering, kemudian banyak gerabah dikumpulkan dalam suatu tempat atau tungku pembakaran.
Gerabah-gerabah tersebut kemudian dibakar selama beberapa jam hingga benar-benar keras.
proses ini dilakukan agar gerabah benar-benar keras dan tidak mudah pecah.
Bahan bakar yang digunakan untuk proses pembakaran adalah jerami kering, daun kelapa kering ataupun kayu bakar.
6. Penyempurnaan.
Dalam proses penyempurnaan, gerabah jadi dapat dicat dengan cat khusus atau diglasir sehingga terlihat indah dan menarik sehingga bernilai jual tinggi.
***

Pengalaman hari ini sangat luar biasa yang kami dapatkan ketika kami berkunjung ke desa wisata edukasi gerabah  malo bojonegoro.
Semoga memacu semangat para perajin gerabah dan menambah nilai jual semakin pesat.
karena dengan banyaknya kunjungan ke desa malo khususnya para anak sekolah di harapkan akan menyerap banyak pembeli sebagai oleh-oleh dan kenangan dari berwisata.





Terkmakasih atas sambutan yang ramah
Kapan-kapan kami pasti akan datang lagi sebagai agenda rutin untuk anak didik kami.

"Kehidupan ini akan berjalan seimbang jika kita bisa menerapkan kata saling dalam berinteraksi dengan sesama "

Post by:
Lestari sahsa malika/denok ayu
140317

Tidak ada komentar:

Posting Komentar